Dimensity 7200: Chipset Terbaru dari MediaTek yang Ungguli Saingannya

MediaTek adalah salah satu produsen chipset terbesar di dunia, yang menyediakan solusi untuk berbagai perangkat, mulai dari smartphone, tablet, laptop, hingga smart TV. Salah satu lini produk andalan MediaTek adalah seri Dimensity, yang merupakan chipset khusus untuk smartphone 5G. Seri Dimensity menawarkan performa yang bertenaga, efisiensi daya yang tinggi, dan fitur-fitur canggih yang mendukung pengalaman pengguna yang optimal. Pada bulan Februari 2023, MediaTek meluncurkan chipset terbaru dari seri Dimensity, yaitu Dimensity 7200.

Chipset ini merupakan chipset pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi fabrikasi 4 nanometer (nm), yang menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik daripada chipset 5 nm sebelumnya. Selain itu, Dimensity 7200 juga menghadirkan fitur-fitur unggulan, seperti CPU octa-core dengan inti Cortex-A715 yang berkecepatan hingga 2,8 GHz, GPU Mali-G610 MP4 yang mendukung grafis berkualitas tinggi, modem 5G yang mendukung dual SIM dan VoNR, ISP yang mendukung kamera hingga 200 MP, dan APU yang mendukung pengolahan AI yang cepat dan hemat daya.

Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, Dimensity 7200 menjadi chipset yang sangat menarik untuk smartphone kelas menengah ke atas, yang menginginkan performa dan efisiensi yang seimbang. Chipset ini juga menjadi saingan berat untuk chipset lain yang berada di segmen yang sama, seperti Snapdragon 778G dari Qualcomm, Exynos 1080 dari Samsung, dan Kirin 9000E dari Huawei. Lalu, bagaimana perbandingan antara Dimensity 7200 dengan chipset-chipset tersebut? Apakah Dimensity 7200 mampu mengungguli mereka dalam hal performa, efisiensi, dan fitur? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Perbandingan Performa CPU

CPU adalah komponen utama dari sebuah chipset, yang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai instruksi dan proses yang dibutuhkan oleh sistem operasi dan aplikasi. CPU yang baik harus mampu menjalankan instruksi dan proses dengan cepat dan akurat, tanpa mengalami penurunan kinerja atau overheat. CPU juga harus mampu beradaptasi dengan beban kerja yang bervariasi, dengan mengatur frekuensi dan jumlah inti yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Dimensity 7200 memiliki CPU octa-core, yang terdiri dari dua inti Cortex-A715 yang berkecepatan hingga 2,8 GHz, dan enam inti Cortex-A510 yang berkecepatan hingga 2 GHz. Cortex-A715 adalah inti terbaru dari Arm, yang merupakan penerus dari Cortex-A78. Cortex-A715 diklaim mampu meningkatkan performa hingga 20% dan efisiensi hingga 25% dibandingkan dengan Cortex-A78. Cortex-A510 adalah inti hemat daya yang juga baru dari Arm, yang merupakan penerus dari Cortex-A55. Cortex-A510 diklaim mampu meningkatkan performa hingga 35% dan efisiensi hingga 20% dibandingkan dengan Cortex-A55.

Snapdragon 778G juga memiliki CPU octa-core, yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 yang berkecepatan hingga 2,4 GHz, dan empat inti Cortex-A55 yang berkecepatan hingga 1,8 GHz. Snapdragon 778G dibuat dengan teknologi fabrikasi 6 nm, yang masih kalah efisien dibandingkan dengan 4 nm dari Dimensity 7200. Namun, Snapdragon 778G memiliki keunggulan dalam hal jumlah inti kinerja yang lebih banyak, yaitu empat inti Cortex-A78, yang mampu memberikan performa yang lebih tinggi untuk aplikasi yang membutuhkan banyak daya komputasi.

Exynos 1080 juga memiliki CPU octa-core, yang terdiri dari satu inti Cortex-X1 yang berkecepatan hingga 2,8 GHz, tiga inti Cortex-A78 yang berkecepatan hingga 2,6 GHz, dan empat inti Cortex-A55 yang berkecepatan hingga 2 GHz. Exynos 1080 dibuat dengan teknologi fabrikasi 5 nm, yang lebih efisien daripada 6 nm dari Snapdragon 778G, tetapi masih kalah efisien daripada 4 nm dari Dimensity 7200. Namun, Exynos 1080 memiliki keunggulan dalam hal inti Cortex-X1, yang merupakan inti terkuat dari Arm, yang mampu memberikan performa yang sangat tinggi untuk aplikasi yang sangat menuntut.

Kirin 9000E juga memiliki CPU octa-core, yang terdiri dari satu inti Cortex-A77 yang berkecepatan hingga 3,13 GHz, tiga inti Cortex-A77 yang berkecepatan hingga 2,54 GHz, dan empat inti Cortex-A55 yang berkecepatan hingga 2,05 GHz. Kirin 9000E dibuat dengan teknologi fabrikasi 5 nm, yang sama dengan Exynos 1080, tetapi kalah efisien daripada Dimensity 7200. Kirin 9000E juga kalah dalam hal generasi inti, yang masih menggunakan Cortex-A77, yang sudah ketinggalan dari Cortex-A78 dan Cortex-A715.

Jika kita melihat hasil benchmark dari AnTuTu 10, kita bisa melihat bahwa Dimensity 7200 mendapatkan skor CPU sebesar 243.264, yang lebih tinggi daripada Snapdragon 778G yang mendapatkan skor CPU sebesar 209.000, Exynos 1080 yang mendapatkan skor CPU sebesar 197.000, dan Kirin 9000E yang mendapatkan skor CPU sebesar 175.000. Ini menunjukkan bahwa Dimensity 7200 memiliki performa CPU yang lebih baik daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama.

Perbandingan Performa GPU

GPU adalah komponen lain yang penting dari sebuah chipset, yang bertanggung jawab untuk menghasilkan grafis yang berkualitas tinggi untuk layar. GPU yang baik harus mampu menghasilkan grafis yang halus, tajam, dan detail, tanpa mengalami lag, stutter, atau artefak. GPU juga harus mampu mendukung berbagai fitur grafis yang canggih, seperti ray tracing, HDR, dan anti-aliasing. GPU juga harus mampu menjalankan game dengan setelan grafis dan frame rate tinggi, tanpa mengorbankan kualitas atau efisiensi.

Dimensity 7200 memiliki GPU Mali-G610 MP4, yang merupakan GPU terbaru dari Arm, yang merupakan bagian dari arsitektur Valhall generasi ketiga. GPU ini memiliki empat unit eksekusi, yang berkecepatan hingga 1,13 GHz. GPU ini mendukung berbagai standar grafis, seperti Vulkan 1.3, OpenCL 2.0, dan OpenGL ES 3.2. GPU ini juga mendukung fitur-fitur grafis yang canggih, seperti ray tracing, HDR, dan anti-aliasing.

Snapdragon 778G memiliki GPU Adreno 642L, yang merupakan GPU khusus yang dibuat oleh Qualcomm, yang merupakan bagian dari arsitektur Adreno generasi keenam. GPU ini memiliki 12 unit eksekusi, yang berkecepatan hingga 845 MHz. GPU ini mendukung berbagai standar grafis, seperti Vulkan 1.1, OpenCL 2.0, dan OpenGL ES 3.2. GPU ini juga mendukung fitur-fitur grafis yang canggih, seperti ray tracing, HDR, dan anti-aliasing.

Exynos 1080 memiliki GPU Mali-G78 MP10, yang merupakan GPU terbaru dari Arm, yang juga merupakan bagian dari arsitektur Valhall generasi ketiga. GPU ini memiliki 10 unit eksekusi, yang berkecepatan hingga 850 MHz. GPU ini mendukung berbagai standar grafis, seperti Vulkan 1.2, OpenCL 2.0, dan OpenGL ES 3.2. GPU ini juga mendukung fitur-fitur grafis yang canggih, seperti ray tracing, HDR, dan anti-aliasing.

Kirin 9000E memiliki GPU Mali-G78 MP22, yang merupakan GPU yang sama dengan Exynos 1080, tetapi memiliki 22 unit eksekusi, yang berkecepatan hingga 733 MHz. GPU ini mendukung berbagai standar grafis, seperti Vulkan 1.2, OpenCL 2.0, dan OpenGL ES 3.2. GPU ini juga mendukung fitur-fitur grafis yang canggih, seperti ray tracing, HDR, dan anti-aliasing.

Jika kita melihat hasil benchmark dari AnTuTu 10, kita bisa melihat bahwa Dimensity 7200 mendapatkan skor GPU sebesar 199.000, yang lebih rendah daripada Snapdragon 778G yang mendapatkan skor GPU sebesar 246.000, Exynos 1080 yang mendapatkan skor GPU sebesar 239.000, dan Kirin 9000E yang mendapatkan skor GPU sebesar 238.000. Ini menunjukkan bahwa Dimensity 7200 memiliki performa GPU yang lebih rendah daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama.

Perbandingan Performa Modem 5G

Modem 5G adalah komponen yang bertanggung jawab untuk menghubungkan perangkat dengan jaringan 5G, yang menawarkan kecepatan dan latensi yang sangat tinggi, serta kapasitas dan ketersediaan yang lebih baik. Modem 5G yang baik harus mampu mendukung berbagai frekuensi dan mode 5G, seperti sub-6 GHz, mmWave, NSA, dan SA. Modem 5G juga harus mampu mendukung fitur-fitur 5G yang canggih, seperti dual SIM, VoNR, DSS, dan MIMO.

Dimensity 7200 memiliki modem 5G yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung frekuensi sub-6 GHz, mode NSA dan SA, dual SIM, VoNR, DSS, dan MIMO 4×4. Modem 5G ini mampu mencapai kecepatan unduh hingga 4,7 Gbps dan kecepatan unggah hingga 2,5 Gbps.

Snapdragon 778G memiliki modem 5G yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung frekuensi sub-6 GHz, mode NSA dan SA, dual SIM, VoNR, DSS, dan MIMO 4×4. Modem 5G ini mampu mencapai kecepatan unduh hingga 3,7 Gbps dan kecepatan unggah hingga 1,6 Gbps.

Exynos 1080 memiliki modem 5G yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung frekuensi sub-6 GHz dan mmWave, mode NSA dan SA, dual SIM, VoNR, DSS, dan MIMO 8×8. Modem 5G ini mampu mencapai kecepatan unduh hingga 5,1 Gbps dan kecepatan unggah hingga 1,28 Gbps.

Kirin 9000E memiliki modem 5G yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung frekuensi sub-6 GHz, mode NSA dan SA, dual SIM, VoNR, DSS, dan MIMO 8×8. Modem 5G ini mampu mencapai kecepatan unduh hingga 4,6 Gbps dan kecepatan unggah hingga 2,5 Gbps.

Jika kita melihat hasil benchmark dari Speedtest, kita bisa melihat bahwa Dimensity 7200 mendapatkan kecepatan unduh rata-rata sebesar 1,2 Gbps dan kecepatan unggah rata-rata sebesar 0,6 Gbps, yang lebih tinggi daripada Snapdragon 778G yang mendapatkan kecepatan unduh rata-rata sebesar 0,9 Gbps dan kecepatan unggah rata-rata sebesar 0,4 Gbps, Exynos 1080 yang mendapatkan kecepatan unduh rata-rata sebesar 0,8 Gbps dan kecepatan unggah rata-rata sebesar 0,3 Gbps, dan Kirin 9000E yang mendapatkan kecepatan unduh rata-rata sebesar 0,7 Gbps dan kecepatan unggah rata-rata sebesar 0,2 Gbps. Ini menunjukkan bahwa Dimensity 7200 memiliki performa modem 5G yang lebih baik daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama.

Perbandingan Performa ISP

ISP adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengolah sinyal gambar yang berasal dari kamera, yang menawarkan kualitas dan fitur yang beragam, seperti resolusi, zoom, HDR, bokeh, night mode, dan lain-lain. ISP yang baik harus mampu mendukung kamera dengan resolusi tinggi, zoom optik dan digital, HDR multi-frame, bokeh real-time, night mode multi-frame, dan fitur-fitur kamera lainnya. ISP juga harus mampu mendukung kamera depan dan belakang secara simultan, serta kamera multi-lensa.

Dimensity 7200 memiliki ISP yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung kamera hingga 200 MP, zoom optik 5x dan digital 20x, HDR 10-bit, bokeh real-time, night mode multi-frame, dan fitur-fitur kamera lainnya. ISP ini juga mampu mendukung kamera depan dan belakang secara simultan, serta kamera hingga empat lensa.

Snapdragon 778G memiliki ISP yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung kamera hingga 192 MP, zoom optik 5x dan digital 20x, HDR 10-bit, bokeh real-time, night mode multi-frame, dan fitur-fitur kamera lainnya. ISP ini juga mampu mendukung kamera depan dan belakang secara simultan, serta kamera hingga tiga lensa.

Exynos 1080 memiliki ISP yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung kamera hingga 200 MP, zoom optik 5x dan digital 20x, HDR 10-bit, bokeh real-time, night mode multi-frame, dan fitur-fitur kamera lainnya. ISP ini juga mampu mendukung kamera depan dan belakang secara simultan, serta kamera hingga enam lensa.

Kirin 9000E memiliki ISP yang terintegrasi dengan chipset, yang mendukung kamera hingga 64 MP, zoom optik 5x dan digital 20x, HDR 10-bit, bokeh real-time, night mode multi-frame, dan fitur-fitur kamera lainnya. ISP ini juga mampu mendukung kamera depan dan belakang secara simultan, serta kamera hingga empat lensa.

Jika kita melihat hasil benchmark dari DXOMARK, kita bisa melihat bahwa Dimensity 7200 mendapatkan skor ISP sebesar 121, yang lebih tinggi daripada Snapdragon 778G yang mendapatkan skor ISP sebesar 119, Exynos 1080 yang mendapatkan skor ISP sebesar 118, dan Kirin 9000E yang mendapatkan skor ISP sebesar 116. Ini menunjukkan bahwa Dimensity 7200 memiliki performa ISP yang lebih baik daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama.

Perbandingan Performa APU

APU adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengolah data yang berkaitan dengan AI, yang menawarkan kemampuan dan fitur yang beragam, seperti pengenalan wajah, pengenalan suara, pengenalan objek, pengenalan adegan, pengoptimalan baterai, pengoptimalan game, dan lain-lain. APU yang baik harus mampu mengolah data AI dengan cepat dan hemat daya, tanpa mengganggu kinerja CPU atau GPU. APU juga harus mampu mendukung berbagai framework dan library AI, seperti TensorFlow, PyTorch, Caffe, dan lain-lain.

Dimensity 7200 memiliki APU yang terintegrasi dengan chipset, yang memiliki enam inti, yang terdiri dari dua inti besar, tiga inti kecil, dan satu inti ultra-kecil. APU ini mampu mengolah data AI dengan kecepatan hingga 4 TOPS (triliun operasi per detik), dengan efisiensi daya hingga 50% lebih baik daripada APU sebelumnya. APU ini juga mendukung berbagai framework dan library AI, seperti TensorFlow, PyTorch, Caffe, dan lain-lain.

Snapdragon 778G memiliki APU yang terintegrasi dengan chipset, yang memiliki enam inti, yang terdiri dari dua inti Hexagon 770, dua inti Hexagon 676, dan dua inti Hexagon 670. APU ini mampu mengolah data AI dengan kecepatan hingga 12 TOPS, dengan efisiensi daya yang tinggi. APU ini juga mendukung berbagai framework dan library AI, seperti TensorFlow, PyTorch, Caffe, dan lain-lain.

Exynos 1080 memiliki APU yang terintegrasi dengan chipset, yang memiliki tiga inti, yang terdiri dari satu inti besar, satu inti kecil, dan satu inti ultra-kecil. APU ini mampu mengolah data AI dengan kecepatan hingga 5,7 TOPS, dengan efisiensi daya yang tinggi. APU ini juga mendukung berbagai framework dan library AI, seperti TensorFlow, PyTorch, Caffe, dan lain-lain.

Kirin 9000E memiliki APU yang terintegrasi dengan chipset, yang memiliki dua inti, yang terdiri dari satu inti besar dan satu inti kecil. APU ini mampu mengolah data AI dengan kecepatan hingga 3,8 TOPS, dengan efisiensi daya yang tinggi. APU ini juga mendukung berbagai framework dan library AI, seperti TensorFlow, PyTorch, Caffe, dan lain-lain.

Jika kita melihat hasil benchmark dari AI-Benchmark, kita bisa melihat bahwa Dimensity 7200 mendapatkan skor APU sebesar 32, yang lebih rendah daripada Snapdragon 778G yang mendapatkan skor APU sebesar 40, Exynos 1080 yang mendapatkan skor APU sebesar 38, dan Kirin 9000E yang mendapatkan skor APU sebesar 36. Ini menunjukkan bahwa Dimensity 7200 memiliki performa APU yang lebih rendah daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama.

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Dimensity 7200 adalah chipset terbaru dari MediaTek yang menawarkan performa dan efisiensi yang tinggi, berkat teknologi fabrikasi 4 nm yang digunakannya. Chipset ini juga memiliki fitur-fitur unggulan, seperti CPU octa-core dengan inti Cortex-A715, GPU Mali-G610 MP4, modem 5G yang mendukung dual SIM dan VoNR, ISP yang mendukung kamera hingga 200 MP, dan APU yang mendukung pengolahan AI yang cepat dan hemat daya.

Dimensity 7200 menjadi chipset yang sangat menarik untuk smartphone kelas menengah ke atas, yang menginginkan performa dan efisiensi yang seimbang. Chipset ini juga menjadi saingan berat untuk chipset lain yang berada di segmen yang sama, seperti Snapdragon 778G dari Qualcomm, Exynos 1080 dari Samsung, dan Kirin 9000E dari Huawei.

Dalam hal performa CPU, Dimensity 7200 mampu mengungguli chipset lain, berkat inti Cortex-A715 yang merupakan inti terbaru dari Arm. Dalam hal performa GPU, Dimensity 7200 kalah dari chipset lain, karena memiliki unit eksekusi yang lebih sedikit. Dalam hal performa modem 5G, Dimensity 7200 mampu mengungguli chipset lain, berkat teknologi fabrikasi 4 nm yang lebih efisien. Dalam hal performa ISP, Dimensity 7200 mampu mengungguli chipset lain, berkat dukungan kamera hingga 200 MP. Dalam hal performa APU, Dimensity 7200 kalah dari chipset lain, karena memiliki kecepatan pengolahan AI yang lebih rendah.

Secara keseluruhan, Dimensity 7200 adalah chipset yang memiliki kelebihan dan kekurangan, yang harus dipertimbangkan oleh konsumen sebelum memilih smartphone yang menggunakan chipset ini. Chipset ini cocok untuk konsumen yang mengutamakan performa CPU dan modem 5G, tetapi tidak cocok untuk konsumen yang mengutamakan performa GPU dan APU.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Dimensity 7200:

Q: Apa saja smartphone yang menggunakan chipset Dimensity 7200?

A: Beberapa smartphone yang menggunakan chipset Dimensity 7200 adalah Realme GT Neo2, Vivo X70, Oppo Reno6 Pro, dan Xiaomi 11T.

Q: Apa kelebihan dan kekurangan chipset Dimensity 7200 dibandingkan dengan chipset Snapdragon 778G?

A: Kelebihan chipset Dimensity 7200 dibandingkan dengan chipset Snapdragon 778G adalah memiliki performa CPU dan modem 5G yang lebih baik, serta teknologi fabrikasi 4 nm yang lebih efisien. Kekurangan chipset Dimensity 7200 dibandingkan dengan chipset Snapdragon 778G adalah memiliki performa GPU dan APU yang lebih rendah, serta fitur grafis yang kurang canggih.

Q: Apa perbedaan antara chipset Dimensity 7200 dan Dimensity 8000?

A: Chipset Dimensity 7200 dan Dimensity 8000 adalah chipset yang berbeda dari MediaTek, yang memiliki spesifikasi dan fitur yang berbeda. Chipset Dimensity 7200 adalah chipset kelas menengah ke atas, yang memiliki CPU octa-core dengan inti Cortex-A715, GPU Mali-G610 MP4, modem 5G yang mendukung dual SIM dan VoNR, ISP yang mendukung kamera hingga 200 MP, dan APU yang mendukung pengolahan AI hingga 4 TOPS. Chipset Dimensity 8000 adalah chipset kelas atas, yang memiliki CPU octa-core dengan inti Cortex-X2, GPU Mali-G710 MP8, modem 5G yang mendukung mmWave dan carrier aggregation, ISP yang mendukung kamera hingga 400 MP, dan APU yang mendukung pengolahan AI hingga 8 TOPS.

Q: Apakah chipset Dimensity 7200 mendukung fitur ray tracing?

A: Tidak, chipset Dimensity 7200 tidak mendukung fitur ray tracing, yang merupakan fitur grafis yang canggih yang mampu menghasilkan bayangan, pantulan, dan pencahayaan yang realistis. Fitur ray tracing hanya didukung oleh chipset Snapdragon 888 dan Snapdragon 888 Plus dari Qualcomm, yang merupakan chipset kelas atas yang menggunakan GPU Adreno 660.

Q: Apakah chipset Dimensity 7200 cocok untuk gaming?

A: Chipset Dimensity 7200 cukup cocok untuk gaming, karena memiliki performa CPU yang bertenaga, efisiensi daya yang tinggi, dan modem 5G yang cepat. Namun, chipset ini tidak cocok untuk gaming dengan setelan grafis dan frame rate tinggi, karena memiliki performa GPU yang lebih rendah daripada chipset lain yang berada di segmen yang sama. Jika Anda menginginkan performa GPU yang lebih baik, Anda bisa memilih chipset Snapdragon 778G, Exynos 1080, atau Kirin 9000E.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *